Menteri ESDM Resmikan Pengembangan PLTP Kamojang Unit V (1x30 Mw) dan Lapangan Panas Bumi Lahendong

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pada Sabtu (12/1) lalu meresmikan Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit V Kamojang (1 x 30MW) dan Pengembangan Lapangan Panas Bumi Lahendong untuk suplai uap ke PLTP Unit IV Lahendong di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Menteri ESDM yang didampingi Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini, Komisaris Utama Pertamina, serta para pejabat di lingkungan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut juga meresmikan Pemanfaatan Sarana Air Bersih dari Sumur Bor Badan Geologi Kementerian ESDM di Kabupaten Garut.

Pembangkit PLTP Kamojang Unit V akan mulai beroperasi pada akhir 2014 dan lapangan panasbumi Lahendong telah mensuplai uap sejak 23 Desember 2011. PLTP Kamojang Unit V merupakan pengembangan dari 4 unit PLTP yang sudah ada. Saat ini kapasitas terpasang Kamojang adalah 200 MW. Pengembangan PLTP Kamojang Unit V dan Lahendong merupakan bagian dari Proyek 10.000 MW Tahap II.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM menjelaskan bahwa Potensi panas bumi Indonesia sangat besar, sekitar 29 ribu MW yang merupakan 40% potensi dunia, dan 22% diantaranya atau sekitar 6.096 MW berada di Jawa Barat. Oleh karena itu, Menteri ESDM kembali menghimbau para investor untuk berinvestasi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), seperti: tenaga surya, panas bumi, PLTU Biomassa, dan PLTA.

Sementara pengembangan lapangan Lahendong dipakai untuk mensuplai PLTP Lahendong unit 4 yang dioperasikan PT PLN (Persero). Kapasitas terpasang pembangkit listrik ini sebesar 20 MW. Khusus daerah prospek Lahendong seluas 12 kilometer persergi memiliki sumber daya sekitar 300 MW dengan cadangan terbukti 80 MW.

"Keberadaan PLTP Lahendong menjadi bagian dari pasokan listrik di Sulawesi Utara yang 40 persen berasal dari panas bumi," ujar Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Muhammad Husein. Pertamina Geothermal Energy adalah anak usaha Pertamina (Persero) yang mengelola 14 wilayah kerja panas bumi di Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi.

Pasokan listrik yang diproduksikan PGE mencapai 402 MWe dari lapangan Kamojang, Lahendong, dak Sibayak. PGE juga tengah melakukan eksplorasi di sejumlah daerah, yaitu Lumut Balai (Sumatera Selatan), Ulubeli (Lampung), Hululais (Bengkulu), dan Sungai Penuh (Jambi).

Pada 2014 diharapkan mencapai ketersediaan energi panas bumi perusahaan sebesar 100 ribu BOE. Pada akhir Desember 2012 PGE berhasil memproduksikan uap panas bumi untuk memasok PLTP Ulubeli 2x55 MW. Sebelumnya pada September 2012, dilakukan pemboran dan uji produksi sumur HLS C1 di Hululais. (PSJ)

esdm.go.id
[Back]