Chevron Operasikan PLTP Darajat III

JAKARTA (Media): PT Chevron Geotermal OIndonesia, sejak kemarin, mengoperasikan pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Darajat III. Listrik dari PLTP itu akan masuk kesistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"PLTP Darajat III memiliki kapa­sitas 110 megawatt (Mw) dan listrik sudah dikirim ke PLN," kata Mana­ger Corporate Commnucations Che­vron Indonesia Santi Manuhutu da­lam siaran persnya, kemarin.

Menurutnya, Chevron telah me­lakukan persiapan operasi (com­missioning) sejak Juni lalu. PLTP Da­rajat III yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu dikembang­kan berdasarkan pada kontrak ope­rasi bersama (joint operation con­tract/JOC) antara Chevron Geo­thermal Indonesia dan PT Pertami­na (Persero).

Karena menggunakan tenaga pa­pas bumi, PLTP Darajat III itu ter­masuk pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan terbarukan. "Daya listrik 110 Mw ini bisa mela­yani tambahan 700 ribu rumah," ujar Santi.

Presiden Chevron International Exploration and Production John Watson mengatakan kini ketiga unit fasilitas panas bumi (geother­mal) Darajat yang dioperasikan Chevron Geothermal mampu menghasilkan total daya 259 Mw.

Jika output itu digabungkan de­ngan unit geothermal milik Chevron lainnya di Salak, pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan tersebut mampu mela­yani total 3,9 juta rumah.

"Chevron bangga bisa berperan dalam pengembangan proyek ener­gi terbarukan yang signifikan ini, yang mengukuhkan kami sebagai penghasil energi geothermal terbesar di dunia," kata Watson. Selain di Indonesia, meriurutnya, Chevron juga memiliki fasilitas geo­thermal di Filipina. Total daya di In­donesia dan Filipina mencapai 1.273 Mw. Sehingga, jika digabung­kan, total daya tersebut telah me­nempatkan Chevron sebagai per­usahaan energi terbesar dalam pe­ngembangan geothermal di dunia.

"Lebih dari separuh kapasitas produksi geothermal dunia, yang di­kelola pihak swasta, berasal dari Chevron," tutur Watson.

Managing Director Chevron In­do Asia Business Unit (IBU) Chris Prattini menambahkan Chevron

sudah beroperasi di Indonesia selama Iebih dari 80 tahun. Untuk seterusnya, Chevron berjanji akan selalu memperkenalkan teknologi ter baru, keahlian manajemen sumber daya, dan kemampuan pengeboran untuk membantu pengembangan sumber daya panas bumi di Indonesia. PLTP  Darajat III itu standar ope­rasional rasional unitnya sudah disetujui Perserikatan Bangsa-Bangsa seba­gai proyek mekanisme pengem­bangan lingkungan bersih (clean de­velopment mechanismJCDM), se­buah instrumen Protokol Kyoto un­tuk mendorong implementasi pengurangan dampak gas rumah ka­ca dari kegiatan-kegiatan produksi.

PLTP Darajat III merupakan pro­yek energi geothermal terbesar di dunia yang terdaftar dalam pro­gram CDM. Di kawasan Asia Pasi­fik, Chevron mengoperasikan em­pat pembangkit listrik geothermal. Di Filipina, Chevron punya fasilitas di Unit Tiwi dan Mak-Ban. Semen­tara di Indonesia ada Salak dan Da­rajat.

PLTGU Belawan

Sementara itu, PT PLN telah memperbaiki gas turbin travo pem­bangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara, yang berdaya 120 Megawatt (Mw).

Dengan demikian, krisis listrik di Sumut pun sedikit terbantu, dari yang semula mencapai 320 Mw, se­karang tinggal sekitar 200 MW.

Demikian penuturan Direktur Pe­layanan Pelanggan PLN Sunggu Anwaritonang sebelum bertolak ke Medan untuk meninjau PLTGU ter­sebut.

"Sehingga yang tadinya padam 3x4 jam, sekarang jadi sejam-se­jam," kata Sunggu yang ditemui wartawan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, kemarin.

 

Selain memperbaiki PLTGU Be­lawan, ujar Sunggu, PLN juga mem­beli listrik sebesar 18 Mw dari per­hotelan dan perkantoran di daerah tersebut. Jumlah tersebut memang tidak seberapa, namun cukup membantu krisis listrik di Sumut. "Kita beli dari asosiasi perhotelan, dan perkantoran sebesar 12-18 Mw."

Media Indonesia
[Back]